| Pengendara motor ( diduga suruhan Camat Bolo ) baru saja keluar dari rumah pangkalan si Dodi Desa Tambe Kecamatan Bolo membawa Gas LPG 3 kg bersubsidi pesanan sang camat |
Bima,- Pena Warta NTB Di tengah maraknya persoalan yang dihadapi warga masyarakat menghadapi kelangkaan gas LPG 3 kg bersubsidi dan meroketnya harga, ( seperti yang diberitakan media ini sebelumnya ) , pemerintah daerah Kabupaten Bima langsung tanggap dan mengambil sikap dengan menggelar rapat guna membahas persoalan tersebut . Beberapa waktu lalu di ruangan Sekda rapat tersebut berlangsung. Terlihat sejumlah pejabat penting mengikuti rapat bersama agen Pertamina. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Sekda Kabupaten Bima Adel Linggi Ardi, SE.
menghasilkan salah satu kesepakatan untuk melakukan sidak.
Anehnya Camat Bolo berkoar koar agar Gas LPG 3 kg bersubsidi tepat sasaran dan tidak diperjual belikan kepada pengecer nakal atau dijual ke luar desa.
Semangat berkoar koarnya Camat Bolo hanya isapan jempol belaka , sama sekali tidak dihargai oleh masyarakat karena dia sendiri yang melanggar. Jika pejabat seperti ini tetap dipertahankan , maka nasib warga bolo seperti di ujung tanduk.
Salah seorang warga Desa Rato Kecamatan Bolo Iswadi kepergok saat membawa keluar Gas LPG 3 kg bersubsidi mengaku bahwa gas tersebut di dapat dari pangkalan Si Dodi disuruh oleh Camat Bolo . " Maaf bang saya disuruh oleh Umi Camat mengambil gas ini, namun sebelum saya ke sini pangkalan ini sudah ditelpon sama umi camat", bebernya sembari memperlihatkan tabung gas yang baru saja diambilnya.".
Awalnya saya tidak berani ke Tambe untuk mengambil Gas LPG 3 bersubsidi tersebut, tapi karena umi camat meyakinkan dirinya . " Kalau saya tau begini jadinya , ada warga Tambe yang tidak kebagian gas LPG 3 kg bersubsidi, tuturnya menyesal.
Pantauan media ini, sebelum muncul orang suruhan Camat Bolo untuk mengambil gas LPG 3 kg bersubsidi kepada pangkalan Si Dodi, sempat muncul seorang ibu rumah tangga , Mariama warga RT 14 Desa Tambe masuk menuju rumah pangkalan, sesaat kemudian wajah IRT terlihat kusut menandakan kekecewaan karena gas LPG 3 kg bersubsidi seharusnya dibawah pulang untuk keperluan dapur. Sesampainya di serambi depan Masjid At Taqwa, ditanya oleh beberapa orang, dijawabnya saya tidak mendapatkan gas , gas sudah habis, kemudian IRT pulang kembali ke rumahnya dgn tabung gas kosong di tangannya.
Selain yang dialami oleh IRT Mariama, hal yang sama juga dialami oleh Mahani warga RT 04 Desa Tambe dengan tujuan dan maksud yang sama, namun ia juga tidak mendapatkan Gas LPG 3 kg bersubsidi.
Mahani berharap pemerintah kabupaten untuk segera mengambil tindakan tegas kepada pangkalan nakal , Sanski tegas yakni pencabutan ijin . Dan prilaku camat Bolo untuk segera dibina, " mungkin dengan pembinaan yang diberikan kepadanya ia akan sadar dan menyadari kesalahan yang baru saja diperbuatnya. Bila perlu camat dicopot" , harapnya tulus .
Sementara' itu camat Bolo Hj Arbiah dimintai tanggapan sedang tidak berada di kantor, menurut sumber media ini ( staf camat ) menuturkan Umi Camat sedang mengikuti rapat di kantor SKB ( titus )
COMMENTS