![]() |
Kasus Campak di Indonesia, termasuk di Kabupaten Bima, yang menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) tren nya nasional maupun di Kabupaten Bima mulai menunjukkan penurunan.
Namun, satu pesan penting yang tidak boleh diabaikan: Penurunan ini bisa berbalik naik jika masyarakat lengah.
" Fakta dari RSUD Sondosia: Alarm untuk Kita Semua "
Data nyata dari laporan epidemiolog RSUD Sondosia Iin Cahya Melati, SKM memberikan gambaran yang sangat kuat:Total pasien campak dirawat inap: 209 anak, >70% tidak diimunisasi dan hanya 29% yang sudah imunisasi
Artinya: Sebagian besar anak yang sakit berat hingga perlu dirawat adalah mereka yang tidak mendapatkan imunisasi.
Ini bukan sekadar angka, ini adalah bukti nyata bahwa imunisasi melindungi.
" Kenapa Masih Ada yang Sudah Imunisasi Tapi Sakit?"
Beberapa orang tua mungkin bertanya: “Kalau sudah imunisasi, kenapa masih bisa kena campak?”
Karena tidak ada vaksin dengan efektivitas 100%, tetapi vaksin sangat menurunkan risiko dan keparahan
Sehingga anak yang sudah imunisasi lebih kecil kemungkinan tertular atau jika pun tertular, biasanya lebih ringan dan jarang komplikasi. Data juga menunjukan bahwa pasien yang imunisasi lengkap, risiko komplikasi sangat rendah dan lama rawat inap tidak lebih dari 3 hari.
Bima Masih Rentan: Cakupan Imunisasi Rendah
Data menunjukkan bahwa: Salah satu daerah dengan kasus tinggi adalah Bima. namun cakupan imunisasi di daerah ini masih rendah. Ini tentu bukan standar aman! Padahal untuk mencegah wabah: dibutuhkan minimal 95% anak imunisasi. Ini disebut sebagai herd immunity (kekebalan kelompok)
Dari 209 pasien yang dirawat di RSUD Sondosia hingga 27 Maret 2026, sebanyak 76% berasal dari Kecamatan Bolo. Disusul oleh kecamatan lainnya seperti Madapangga, Donggo, Soromandi dan Woha. Artinya: Perlu perhatian khusus dan intervensi lebih intensif di wilayah Kecamatan Bolo
Dokter anak RSUD Sondosia, dr. Tiara Ayu Murti, Sp.A, M.Kes, mengingatkan:
Orang tua harus memastikan anaknya mendapat imunisasi lengkap. Jangan terpengaruh isu atau stigma yang tidak berdasar.
Imunisasi sangat penting. Campak bukan penyakit biasa. Karena sangat menular dan bisa menyebabkan: Pneumonia, Diare berat, Kejang, bahkan kematian. Tanpa imunisasi, risiko meningkat berkali-kali lipat
*Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?*
- Pastikan anak mendapat imunisasi campak (MR) sesuai jadwal
- Datang ke posyandu/puskesmas terdekat
- Jangan percaya hoaks tentang vaksin
- Segera periksa jika anak demam + ruam
- Konsultasikan ke dokter mengenai kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) jika orangtua khawatir dengan efek samping pasca imunisasi
- Jika sudah terkena campak, lakukan imunisasi kejar setidaknya 1 bulan setelah sakit.
Lebih dari 70% pasien campak yang dirawat adalah anak yang tidak diimunisasi.
Ini adalah pesan yang sangat jelas: Imunisasi bukan pilihan, tapi kebutuhan, Perlindungan anak dimulai dari keputusan orang tua
Jangan tunggu anak sakit untuk mulai peduli. Lindungi sekarang, dengan imunisasi.

COMMENTS