![]() |
Bima, Pena Warta NTB
Rumah kediaman Zulkarnain, S.Sos di RT 09/05 Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima biasanya ramai dikunjungi sanak keluarga dan handai Tolan,suasana keakraban dan kekeluargaan pun terlihat jelas selama ini namun pada Senin (18/5) suasana damai, ramah berubah menjadi hening, haru dan terlihat sejumlah kerabat keluarga menangis histeris.
M. Teguh berstatus pelajar buah hati dari pasangan Zulkarnain, S.Sos dengan Suhadah, SPd tersebut dua hari menghilang tiba- tiba ditemukan tak bernyawa oleh warga di sawah yang tak jauh dari hunian tetap ( Huntap) di Desa Tambe. Kemudian aparat Polsek Bolo yang mendapat informasi tentang penemuan sesosok mayat berjenis lelaki tersebut langsung turun ke TKP untuk memastikan identitas mayat.
Kondisi mayat nyaris tak dikenali tersebut ditemukan sejumlah luka pada bagian wajah dan kepala, namun dari kesiapan aparat kepolisian Polsek Bolo yang melakukan olah Tempat Kejadian Perkara ( TKP) ditonton oleh ratusan pasang mata yang menyaksikan sehingga diketahui bahwa sesosok mayat berjenis laki tersebut diketahui M. Teguh putra dari Zulkarnain. Tangis histeris pun pecah kemudian mayat dibawa ke rumah duka dan untuk memastikan penyebab kematian kemudian mayat dibawa ke PKM Bolo untuk dilakukan visum luar.
Seorang warga pada media ini menuturkan, korban dikenal baik , ramah dan supel tersebut pada Sabtu sore terduga pelaku menemui korban di rumahnya dan mengajaknya keluar. Tanpa ada rasa curiga sedikitpun korban bersama terduga pelaku berboncengan motor. Sedangkan HP milik korban dalam penguasaan oleh terduga pelaku.
Karena selalu didesak dan terus ditagih oleh korban, sehingga terduga pelaku emosi dan menghabisi korban. Walau terduga pelaku sudah diamankan di Mapolres Bima, hingga berita ini ditulis, belum diketahui pasti apa motif dibalik pembunuhan keji tersebut. " Apakah persoalan HP sebagai motifnya atau ada unsur lain sehingga terjadi pembunuhan keji yang menewaskan pria yang masih berstatus pelajar tersebut. Apakah terduga pelaku hanya 1 orang ( Maulana, red ) atau akan ada calon tersangka lain, serahkan sepenuhnya pada aparat kepolisian yang mengungkapnya, tuturnya sedih saat mendengar sirena ambulan terdengar mengantar mayat.
" Kita tunggu saja , apakah Maulana adalah terduga pelaku tunggal atau akan ada pelaku lain yang ikut serta, serta apa motif dibalik semua ini, apakah hanya karena HP korban yang dikuasai terduga pelaku atau ada motif lain ".
Sementara itu ayah korban Zulkarnain, S.Sos ditemui di PKM Bolo meminta pada aparat kepolisian untuk mengungkap lebih terbuka dan transparan tentang pelaku dan motifnya. Dan terkait dengan pembunuhan keji tersebut, aparat polisi diminta untuk tegakkan supremasi hukum. " Hukumlah pelaku dengan hukuman terberat, hukuman seumur hidup atau hukum mati, karena anak saya mati terbunuh, pelaku juga harus dihukum mati, pintanya sembari menangis histeris. ( Red )

COMMENTS