![]() |
Bima, Pena Warta NTB. Kasus penemuan mayat M.Teguh (15) seorang siswa Sekolah Menengan Umum pada Senin (18/5) lalu di sawah yang tidak jauh dari Huntap Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima menuai protes warga setempat. Akibatnya orang tua dan keluarga serta Warga setempat dengan spontan melakukan aksi pemblokiran jalan salam hal ini mereka menuntut keadilan.
Pemblokiran jalan terpaksa dilakukan sebagai bentuk protes terhadap kinerja aparat kepolisian terutama dalam hal pengungkapan terduga pelaku dan motifnya.
Zulkarnain , S.Sos selaku orang tua korban pembunuhan dalam orasinya menuntut keadilan terutama kejelasan terkait hilangnya nyawa putra kesayangannya yang diduga dibunuh dengan keji dan sadis oleh Maulana warga RT 02/01 Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima.
Menurutnya Maulana bukanlah pelaku tunggal seperti Fersi aparat kepolisian." Saya sebagai ayahnya korban sangat tidak terima dengan Fersi itu, begitu juga dengan Tempat Kejadian Perkara ( TKP) sebagai tempat penemuan mayat bahwa sesungguhnya di situ bukan tempat pembunuhan terjadi melainkan bahwa M. Teguh dibunuh ditempat lain lalu kemudian mayatnya dibuang di situ", duganya.
Lanjut Nai sapaan akrabnya, Fersi kepolisian terbantahkan bukan tanpa alasan karena adanya sejumlah kejanggalan , diantaranya, tempat pertama kali penemuan mayat, disana ( di sawah itu ) ditanami kedelai, jika disitu sebagai TKP pembunuhan , dapat dipastikan di sekitar lokasi ditemukan kerusakan tanaman kedelai, justru masih terlihat tetap tumbuh subur dan segar.
Begitu juga dengan kondisi mayat yang mengalami sejumlah luka serius terutama pada bagian wajah, kepala dan perut serta mengalami patah tulang paha dan kaki. " Jika dilakukan oleh hanya satu orang pelaku, maka mustahil terdapat sejumlah luka parah, itu artinya tidak hanya terduga pelaku tunggal ( seperti Fersi kepolisian berdasarkan hasil BAP terhadap Maulana terduga pelaku ) , melainkan ada pelaku lain yang ikut serta membantu melakukan penganiayaan secara beramai ramai terhadap anak saya sehingga meregang nyama, duganya.
Namun dalam hal ini Zulkarnain selaku ayah korban apresiasi terhadap kinerja kepolisian Polsek Bolo dan Polres Bima dimana dalam waktu yang relatif singkat terduga pelaku terungkap. " Alhamdulillah kinerja kepolisian dinilai berhasil karena pelaku sudah berhasil diamankan "
Dirinya sangat berharap pada aparat kepolisian untuk bekerja lebih maksimal dan dan profesional mengungkap tabir terutama atas kecurigaan terhadap adanya pelaku lain yang ikut membantu dan turut serta melakukan penganiayaan terhadap korban sehingga meregang nyawa. " Pak polisi tolong ungkap pelaku lain, karena tidak mungkin pelaku tunggal yang menyebabkan kematian korban, pasti ada pelaku lain, harapnya sembari meneteskan air mata kesedihan.
Hal senada juga diungkapkan Buyung Nasution, S.Pd dalam orasinya. Mendesak kepolisian untuk segra mengungkap pelaku lain karena dinilai janggal dan sangat tidak masuk akal jika itu dilakukan seorang Maulana ( pelaku tunggal ) melainkan ada keterlibatan beberapa orang yang telah melakukan penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa M.Teguh.
Karena itu kami dari keluarga dekat korban meminta kepada aparat kepolisian untuk bekerja lebih giat lagi, mengedepankan azas praduga tak bersalah, profesional dan transparan sehingga yang menjadi tanda tanya selama beberapa hari paska temuan mayat dapat terjawab dengan jawaban yang memuaskan semua pihak terutama pihak keluarga korban yang menuntut keadilan.
" Dengan tertangkapnya terduga pelaku dalam waktu yang relatif singkat, kinerja aparat kepolisian patut diacungi jempol. Sesungguhnya dalam hal ini sama sekali tidak sepenuhnya menuduh namun patut dicurigai atas kejanggalan itu, sehingga menjadi tugas aparat kepolisian mengungkapnya. " Kami hanya menuntut keadilan, jika memenuhi unsur terhadap yang dicurigai, maka menjadi tugas aparat kepolisian untuk mengungkapnya, lakukan yang terbaik dan profesional sebab polisi adalah sahabat baiknya masyarakat yang selama ini memberikan pelayanan terbaik sesuai porsi yang diberikan oleh negara, yakni sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat, imbuhnya sembari berharap agar kecurigaan itu dapat segra terjawab.
Pantauan media ini aksi pemblokiran jalan lintas Bima Dompu selama 1 jam itu sebagai bentuk solidaritas keluarga terhadap kejadian yang menguras air mata dan kesedihan itu mengalami kemacetan panjang namun tertib setelah Kapolsek Bolo IPTU Muhammad Sofyan Hidayat, S.Sos memberikan keyakinan bahwa siapa pun yang patut dicurigai akan dimintai keterangan namun harus disertai dengan saksi yang dihadirkan kemudian diamini oleh keluarga korban dan ucapan Selamat bekerja, semoga sukses selalu terdengar dari sejumlah warga yang hadir yang memberikan semangat kepada pria yang berpangkat IPTU yang baru saja dilantik menjadi Kapolsek Bolo. ( Red )

COMMENTS