![]() |
Bima, Pena Warta NTB.com.
Melihat kondisi anak dalam keadaan sakit setiap orang tua merasa sedih, resah dan gelisah meski sudah dilakukan imunisasi. Namun sakit masih juga dirasakan meski sudah dilakukan imunisasi. Menanggapi keluhan orang tua tersebut dr. Spesialis RSUD Sondosia, dr. Tiara Ayu Murti, Sp.A, M. Kes, memberikan penjelasan mendalam guna meluruskan persepsi masyarakat terutama orang tua mengenai fungsi imunisasi.
Menurut dr. Tiara, imunisasi memang tidak menjamin seseorang akan menjadi 100 persen terhadap kuman atau virus . Namun, imunisasi merupakan langkah krusial untuk melatih sistem imun tubuh agar mengenali ancaman lebih cepat.
' Imunisasi itu ibarat kita menyediakan payung ditengah mending. Memakai payung bukan berati kita pasti tidak terkena sir hujan sama sekali , namun payung tersebut memastikan tidak basah kuyup ", ujarnya
Ditegaskannya, dalam hal ini dr.Tiara menekankan tiga poin utama , mengapa imunisasi tetap wajib dilakukan meski resiko terpapar tetap ada, Meminimalisir resiko penularan : tubuh yang sudah divaksinasi memiliki " memori" untuk melawan virus sehingga kemungkinan tertular menjadi jaoh lebih kecil. Lebih lanjut ditegaskannya, jika seseorang sudah diimunisasi tetap jatuh sakit, tubuhnya sudah siap berperang. Hasilnya, gejala yang dirasakan tidak akan separah mereka bagi yang belum mendapatkan imunisasi.
Mencegah komplikasi fatal. Manfaat paling fital adalah mengurangi resiko komplikasi serius, kecacatan hingga kematian akibat penyakit menular, tegasnya.
Tiara menghimbau masyarakat, khususnya para orang tua di wilayah kerja RSUD Sondosia, untuk tidak ragu membawa putra putrinya ke fasilitas kesehatan guna melengkapi imunisasi sesuai jadwal. " Pencegahan sejak dini adalah perlindungan terbaik yang bisa kita berikan kepada generasi mendatang. Jangan menunggu sakit baru bertindak " , tutupnya mengakhiri wawancara . ( Red )


COMMENTS