Bima, Pena Warta NTB. Tahun 2026 adalah tahun keberkahan dan kebahagiaan bagi dunia pendidikan di jajaran Kementerian keagamaan Kabupaten Bima khususnya di lingkup Madrasah Aliyah Negri 1 Bima, pasalnya tahun 2026 ini terdapat 55 siswa yang terjaring pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP ) dan Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negri (SPANPTKIN ) .
Jika dibanding tahun lalu bahwa presentasi yang berhasil ditorehkan siswa tahun ini mengalami peningkatan yang luar biasa dan membanggakan khususnya seleksi prestasi akademik siswa- siswi MAN 1 Bima. Demikian disampaikan kepala MAN 1 Bima, Bachtiar, SPd pada media ini Rabu (8/4).
Dijelaskannya, dari jumlah siswa kelas XII yang mengikuti ujian akhir sebanyak 225 siswa sedangkan yang mengikuti seleksi prestasi akademik sebanyak 78 orang siswa yang dikirim berdasarkan Pangkalan Data Sekolah dan Siswa ( PDSS ) terutama terhadap nilai rapot yang diperoleh siswa selama 5 semester kemudian pihak Madrasah mengusulkan secara online .
" Kami yang mengusulkan secara online nilai rapot siswa mulai dari semester 1-5 , dan hasilnya diketahui secara online kemarin sore , Alhamdulillah capaian cukup membanggakan siswa itu sendiri , orang tua wali dan madrasah ".
Lanjut Bachtiar, torehan prestasi yang diraih tahun 2026 dalam hal ini diterimanya siswa dan siswi di perguruan tinggi negri baik melalui SNBP maupun SPANPTKIN sesungguhnya tidak segampang mengembalikan telapak tangan melainkan dari perjuangan panjang dewan guru di madrasah yang memberikan bimbingan, pembinaan dan mengajar dengan tulus ikhlas selama tiga tahun serta adanya kemauan siswa mengikuti pelajaran di sekolah dan belajar dengan sungguh- sungguh di rumah sesuai jam belajar.
Selain itu, tegasnya, capaian pendidikan yang berkualitas berkat adanya tanggung jawab guru profesional di sekolah yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap pencapaian mutu pendidikan, orang tua wali dan masyarakat serta adanya kepedulian pemerintah. Namun dengan banyaknya torehan prestasi yang diraih tahun ini pihak madrasah tidak sekedar berbangga melainkan sebagai pemicu untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga di tahun yang akan datang akan jauh lebih banyak siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri berdasarkan capaian prestasi akademik melalui SNBP maupun SPANPTKIN, pada intinya adalah " lebih baik Madrasah dan Madrasah lebih baik harapnya tulus tulus mengakhiri perbincangan dengan media ini dan diamini oleh sejumlah dewan guru yang duduk melingkarnya. ( Iwan )

COMMENTS