![]() |
| Rumah yang terpasang Police Line diduga kuat sebagai TKP |
Bima, Pena Warta NTB MT (15) Pelajar salah satu SMU di Kecamatan Bolo dinyatakan menghilang selama dua hari ditemukan sudah tak bernyawa. Pelajar yang bernasib naas tersebut dinyatakan meninggal tak wajar karena hampir di sekujur tubuhnya penuh dengan luka lebam terutama pada bagian kepala dan wajah serta pada bagian paha dan kaki dinyatakan patah.
Dengan kondisi tragis dapat disimpulkan bahwa remaja yang berstatus pelajar tersebut tewas terbunuh.
Jasad MT pertama kali ditemukan oleh petani tergeletak di areal persawahan yang ditanami kacang kedelai, lokasi tersebut tak jauh hunian tetap ( Huntap) di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima pada Senin lalu.
Temuan mayat pelajar mengundang perhatian warga setempat yang penasaran berbondong bondong bergegas ke lokasi sebagai tempat penemuan mayat. Aparat kepolisian Polsek Bolo pun menuju lokasi untuk melakukan serangkaian oleh TKP dan tak berlangsung lama sesosok mayat berjenis laki tersebut dibawa ke PKM untuk melakukan visum luar sehingga diketahui bahwa mayat tersebut korban tindak kekerasan. Berdasarkan petunjuk awal yang dikantongi bahwa dua hari sebelum kejadian, MT dijemput oleh Maulana sebagai terduga pelaku. Berdasarkan petunjuk awal tersebut Maulana sebagai terduga pelaku yang bersembunyi di rumah kerabatnya di Desa Bolo Kecamatan Madapangga berhasil dibekuk polisi tanpa ada perlawanan sedikitpun. Misteri Kematian pun mulai terkuak begitu juga motif.
Dengan kesigapan, dengan tugas dan wewenang yang diberikan oleh negara terhadap aparat kepolisian Polsek Bolo bahwa apa yang menjadi teka teki selama beberapa hari terakhir perlahan terjawab . penemuan mayat di areal persawahan, dgn petunjuk awal terduga pelaku telah berhasil ditangkap dan TKP sebagai tempat pembunuhan pun terungkap.
Dapat dibuktikan bahwa pada Rabu (20/5) aparat kepolisian Polsek Bolo melakukan serangkaian olah Tempat Kejadian Perkara ( TKP) di rumah kakek terduga pelaku di RT 02/01 Desa Tambe Kecamatan Bolo sekitar pukul 17.00 WITA. Alhasil dari rangkaian kegiatan olah TKP tersebut , aparat kepolisian Polsek Bolo terlihat menyita sesuatu dalam rumah sebagai tempat menghabisi korban diantaranya selembar tikar terdapat bercak darah diduga darah korban MT . Rumah yang diduga sebagai tempat menghabisi korban sudah terpasang Police Line oleh polisi warga yang penasaran hanya bisa menyaksikan di luar pagar.
Sementara itu Zulkarnain, S.Sos sebagai orang tua korban pembunuhan memberikan apresiasi terhadap kinerja kepolisian Polsek Bolo yang telah berhasil mengungkap siapa pelaku, apa motifnya serta Tempat Kejadian Perkara ( TKP) yang sebenarnya sudah terungkap. " Alhamdulillah semuanya sudah terungkap dan ucapan terima kasih kepada aparat kepolisian Polsek Bolo yang telah bekerja profesional terutama dalam hal mengungkap kasus dan menangkap pelaku". Selain itu, beberapa orang yang patut dicurigai sudah digiring untuk diproses. " Apakan mereka itu juga sebagai pelaku atau turut serta melakukan tindak pidana, kita serahkan sepenuhnya pada aparat kepolisian. Berilah waktu dan kesempatan polisi bekerja untuk mengungkap sejauh mana keterlibatan mereka", imbuhnya. ( Red )

COMMENTS