![]() |
Bima, Pena Warta NTB
Keberadaan Gedung NICU-PICU RSUD Sondosia bukan sekadar bertambahnya bangunan dan fasilitas rumah sakit. Gedung dua lantai dengan kapasitas maksimal 77 pasien, terdiri dari 44 tempat tidur standar dan 33 box bayi, telah menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan masyarakat.
Hanya dalam satu bulan pemanfaatannya, gedung PICU NICU ini mulai terlihat dari meningkatnya jumlah pasien yang mendapatkan pelayanan. Tercatat 77 bayi telah dirawat di NICU dan 147 anak mendapatkan perawatan di lantai II. Angka ini meningkat signifikan. Demikian tegas Kasi Humas RSUD Sondosia, Irfan, S.Kep.
Jika dibandingkan Agustus lalu, sambung Irfan, bahwa ketika pasien NICU tercatat 33 orang dan pasien anak 83 orang. Artinya, kunjungan/perawatan pasien NICU meningkat sekitar 133%, sementara pasien anak meningkat sekitar 77%. Angka tersebut menunjukkan bahwa fasilitas yang dibangun memang semakin dimanfaatkan dan dibutuhkan masyarakat, terangnya.
Yang lebih menggembirakan, sambungnya lagi, apresiasi datang langsung dari keluarga pasien dan pengunjung. Kenyamanan, kebersihan, dan suasana gedung menjadi beberapa hal yang banyak mendapat tanggapan positif. NK, warga Desa Bolo, misalnya, menyampaikan rasa syukurnya atas keberadaan Gedung NICU-PICU. “Daripada jauh-jauh ke Kota Bima berobat, mending ke RS Sondosia. Ruangannya bersih dan tenang,” ungkapnya. Hal senada disampaikan Ny. Ns dari Desa Monggo yang menilai pelayanan di Gedung NICU-PICU sangat memuaskan dan bersih. Bagi rumah sakit, ungkapan sederhana dari keluarga pasien seperti ini memiliki arti penting: bahwa pembangunan fasilitas kesehatan bukan hanya tentang bangunan yang berdiri megah, tetapi tentang jarak yang lebih dekat, rasa aman yang lebih besar, kenyamanan yang dirasakan, dan pelayanan yang semakin dipercaya masyarakat.
Namun, gedung baru bukan berarti semuanya sudah sempurna. Justru pada masa awal penggunaan seperti inilah berbagai masukan sangat dibutuhkan untuk memastikan fasilitas dapat terus diperbaiki. Sejumlah keluarga pasien, termasuk Ny. Iyt, memberikan saran terkait kenyamanan ruangan, frekuensi cleaning service, suhu AC yang terlalu dingin, ketinggian tempat tidur, hingga tempat sampah yang perlu dikembalikan pada tempatnya. Pernah pula salah satu WC pasien tidak dapat digunakan. Beruntung, dengan tersedianya 13 WC di Gedung NICU-PICU, pasien dapat dialihkan sementara ke ruangan lain di gedung bahkan lantai yang sama, dan dalam waktu tiga hari WC tersebut sudah kembali dapat digunakan,ungkapnya.
Di sisi lain, menjaga gedung dan fasilitas bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas rumah sakit. Gedung NICU-PICU adalah fasilitas publik yang dibangun untuk masyarakat, sehingga keberlanjutan manfaatnya juga membutuhkan partisipasi masyarakat. Erni, SKM, Koordinator PKRS RSUD Sondosia, mengingatkan pentingnya edukasi dan kesadaran bersama.
Diakuinya bahwa beberapa kejadian seperti WC atau wastafel yang mampet ternyata disebabkan oleh perilaku pengguna—mulai dari sisa makanan hingga pembalut wanita yang masuk ke saluran WC. “Kami sangat berharap keluarga pasien dapat ikut menjaga kebersihan dan perawatan gedung ini. Tidak boleh membuang sisa makanan, apalagi pembalut, ke lubang WC. Tidak boleh mencuci piring atau membuang sisa makanan ke saluran wastafel. Mari kita jaga bersama,” harapnya. Menjaga kebersihan, menggunakan fasilitas sesuai fungsinya, membuang sampah pada tempatnya, dan melaporkan kerusakan sedini mungkin adalah bentuk sederhana dari kepedulian kita terhadap pasien lain.
Pada akhirnya, keberhasilan Gedung NICU-PICU tidak hanya diukur dari berapa banyak pasien yang dapat dirawat di dalamnya, tetapi juga dari seberapa lama fasilitas tersebut dapat memberikan pelayanan yang aman, nyaman, bersih, dan bermutu bagi masyarakat. RSUD Sondosia akan terus berbenah dan secara bertahap melengkapi berbagai fasilitas pendukung agar kenyamanan pasien dan keluarga semakin baik. Tetapi pembangunan dan perawatan rumah sakit adalah sebuah perjalanan bersama. Rumah sakit membangun dan menyediakan fasilitas. Tenaga kesehatan memberikan pelayanan. Masyarakat ikut menjaga dan merawat. Karena fasilitas kesehatan yang baik bukan hanya untuk kita gunakan hari ini, tetapi juga untuk saudara, anak, dan masyarakat yang akan datang, harapnya. ( Irfan/Red)

COMMENTS